"
Payahnya nak
istiqamah.. Ingat
istiqamah itu barang yang kita boleh beli di pasar
malam ke? Sudah tentu tidak".. Kata
Razif pada anak buah
usrahnya.. Hari ini dalam
usrah razif membincangkan tentang Hadis berkaitan
istiqamah...
"Kamu Hadi, dalam sehari kamu mengulang
quran berapa juzuk?" Tanya
Razif pada anak buah
usrahnya..
Mereka semua adalah mahasiswa yang mengambil jurusan
tahfiz al-
quran, setiap hari Jumaat,
persatuan telah menetapkan untuk mengadakan
usrah bagi setiap mahasiswa..
"Satu juzuk satu hari ustaz, tapi tak semua hari macam itu, ada naik ada kurang".. "Kamu pula
Jamil setiap hari berapa juzuk mengulang
quran?"..
"
Entahlah ustaz, tak boleh nak jangka, kalau hari iman saya naik, saya mengulang banyak sikit,
kalau hari iman saya menurun
sikitlah saya mengulang"..
"
Emm, siapa di sini yang ada amalan tersendiri yang diamalkan tidak pernah tinggal??"
Tanya
Razif dengan penuh serius.
Yeala nak jadi pejuang Islam, kena buang dalam diri
sifat malas untuk tambah pahala, kadang- kadang benda kecil di sisi mata manusia tapi
besar di sisi Allah kita pandang remeh..
"Tiada ustaz".. Semua jawab serentak, Allah lemahnya iman kita, teringat
Razif dengan
Rasulullah, walaupun dah dijamin oleh Allah masuk syurga, tetapi
qiamulail tidak
pernah tinggal, sehinggakan
Saidatina Aisyah R.A pelik melihat Rasulullah beribadat
sampai bengkak kaki, dan ditanya
Aisyah kepada Rasulullah, mengapakah kamu beribadat
sampai macam ini, sedangkan Allah telah menjamin untuk ampunkan dosa kamu awal hingga
akhir, apa jawab Rasulullah, "tidak bolehkah aku menjadi hamba yang bersyukur"..
Sayu dan sedih apabila mengingati kembali Rasulullah, kekasih Allah walaupun dijamin
masuk syurga, tidak pernah
lekang dalam dirinya
istiqamah melakukan ibadat pada
Allah, tak macam kita, moga- moga ia menjadi pendorong kepada kita untuk lebih
bersemangat dalam beribadat, walaupun satu
jea amalan tapi biar
istiqamah..
"Azmi
bacakan hadis tentang
istiqamah", "baik ustaz"..
Dari Sufyan bin Abdillah ra, aku berkata: wahai Rasulullah saw ajarkanlah kepadaku dalam (agama) Islam ini suatu ucapan yang aku tidak akan bertanya tentang hal itu kepada orang lain selain engkau, (maka) Rasulullah saw bersabda: “Ucapkanlah: ‘aku beriman kepada Allah’, kemudian beristiqomahlah” (HR. Muslim) "
Ok, hari ini kita akan
membincangkan tajuk tentang
istiqamah, nampak macam kecil,
tapi besar maknanya, dan memang payah nak diamalkan..
Ok apa maksud
istiqamah?"..
Tanya
Razif pada ahli
usrahnya..
"
Hmm Istiqamah ni kita melakukan sesuatu kerja atau amalan tapi dilakukan secara
berterusan", bilang
Azim dengan penuh yakin,
Azim adalah merupakan ketua
usrah, dari
sudut
thaqafah dengan sahabat- sahabatnya dia memang lebih ke hadapan sebab itulah
dia dilantik menjadi ketua
usrah..
"
Ok ada lagi sapa- sapa nak bagi penerangan tentang maksud
istiqamah.. Kami tak
tahulah ustaz.
Ok apa yang
Azim bagitahu itu betul sedikit penambahan daripada
ana,
pastikan tulis
yea"..
Seronok betul
berusrah banyak benda yang kita dapat dalam
usrah,
ukhwah, dan sedikit
penambahan
thaqafah, kadang- kadang kita ini ada jenis yang malas nak membaca, dalam
usrahnya mendorong untuk kita mengkaji dan membaca, sebab ada
taklifan untuk
pembentangan.. Bisik
Razif dalam hatinya..
Kata
istiqamah berakar dari kata “
qaama” yang
berarti berdiri. Maka secara
etimologi,
istiqamah berarti tegak lurus. Dalam kamus besar bahasa Indonesia,
istiqamahdiartikan sebagai sikap teguh pendirian dan selalu konsekuen
Para ulama berpendapat
bahwa makna
istiqomah adalah berikut ini;
Abu Bakar
As-Shiddiq ra ketika ditanya tentang
Istiqâmah ia menjawab
bahwa Istiqâmahadalah kemurnian tauhid (tidak boleh
menyekutukan Allah dengan apa dan siapa pun).
Umar bin
Khattab ra berkata, “
Istiqâmah adalah komitmen terhadap perintah dan
larangan dan tidak boleh menipu”.
Utsman bin
Affan ra berkata, “
Istiqâmah adalah
mengikhlaskan amal kepada Allah
Taala”.
Ali bin Abu
Thalib ra berkata, “
Istiqâmah adalah
melaksanakan kewajiban-kewajiban”.
Mujahid berkata, “
Istiqâmah adalah komitmen terhadap syahadat tauhid sampai bertemu
dengan Allah
Taala”.
Ibnu Taimiyah berkata, “Mereka
berIstiqâmah dalam mencintai dan beribadah
kepada-Nyatanpa menoleh kiri kanan”.
Dari berbagai
definisi di atas, seorang mukmin yang
istiqamah adalah mukmin yang
selalu
mempertahankan keimanan dan akidahnya dalam situasi dan
kondisi apapun. Ia
tidak berpaling ke kiri
maupun ke kanan. Ia selalu menjaga ketaatan kepada Allah
zahir dan batin, dan
meninggalkan semua bentuk
larangan-Nya. Ia senantiasa sabar
dalam menghadapi seluruh godaan, dan syukur dengan segala nikmat. Itulah manusia
mukmin yang
sesungguhnya.
Pendek kata,
istiqamah itu maknanya adalah teguh mengikuti
manhaj (
system) Islam
(
shiratal mustaqim). Allah berfirman;
وَأَنَّ هَذَا صِرَاطِي مُسْتَقِيمًا فَاتَّبِعُوهُ وَلاَ تَتَّبِعُواْ السُّبُلَ فَتَفَرَّقَ بِكُمْ عَن سَبِيلهِ
Dan bahwasanya ini adalah jalanKu yang lurus, maka ikutilah ia dan
janganlah mengikuti jalan-jalan yang lain, yang menyebabkan kalian
menyiMpang dari jalanNya (
Al-An’am:153)
Tekun
Razif menerangkan pada ahli
usrahnya.
Macamana dapat salin?? Tanya
Razif pada
ahli
usrahnya.. Sekarang
ni ustaz nak sebut
macamana kita nak kekal
istiqamahCara nak kekal istiqamahMeskipun Allah memberikan jalan kembali pada kita ketika
keistiqamahan kita merosot,
tentu kita tidak
menginginkan terjadi kemerosotan ini. Apalagi tidak adanya jaminan
kemerosotan
istiqamah akan berakhir dengan
istighfar. Sebab boleh jadi
keistiqamahanitu merosot, merosot dan merosot hingga akhirnya iman habis sama sekali.
Karena itu
penting sekali kita mengetahui
hal-hal yang boleh menjaga keimanan kita, sehingga
kita tetap dalam
keistiqamahan.
Untuk itu ustaz akan bagitahu beberapa cara yang boleh menjadikan keimanan kita kuat dan
Istiqamah, yang sempat ustaz baca dan ambil sebagai pembacaan kita semua..
1. Memahami dan mengamalkan dua kalimat syahadat dengan baik dan benar, Allah
swtberfirman:
يُثَبِّتُ اللّهُ الَّذِينَ آمَنُواْ بِالْقَوْلِ الثَّابِتِ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَفِي الآخِرَةِ وَيُضِلُّ اللّهُ الظَّالِمِينَ وَيَفْعَلُ اللّهُ مَا يَشَاء
“
Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ‘ucapan yang
teguh’ dalam kehidupan di dunia dan di akhirat,dan Allah menyesatkan
orang-orang yang zalim dan memperbuat apa yang Dia kehendaki”
(QS. Ibrahim: 27)Makna ‘ucapan yang teguh’ dalam ayat ini adalah dua kalimat syahadat yang
difahamidan diamalkan dengan benar, sebagaimana yang ditafsirkan sendiri oleh Rasulullah
sawdalam sebuah
hadits yang
diriwayatkan oleh Imam
Bukhari dalam kitab
Shahihnya
عَنْ الْبَرَاءِ بْنِ عَازِبٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِذَا أُقْعِدَ الْمُؤْمِنُ فِي قَبْرِهِ أُتِيَ ثُمَّ شَهِدَ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ فَذَلِكَ قَوْلُهُ { يُثَبِّتُ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا بِالْقَوْلِ الثَّابِتِ
Dari Baro’ bin ‘Azib ra dari Rasulullah saw, beliau bersabda: “Apabila seorang muslim didudukan di dalam kuburnya lalu dia ditanya (oleh malaikat Munkar dan Nakir) maka dia akan bersaksi bahwa ‘tidak ada sesembahan yang benar kecuali Allah’ (لا إله إلا الله) dan ‘Nabi Muhammad saw adalah utusan Allah’ (محمد رسول الله), itulah makna Firman-Nya: “Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh dalam kehidupan di dunia dan di akhirat”. (
HR al-Bukhari)
2. Membaca
Al Quran dengan menghayati dan
merenungkannya.
Al Quran adalah sumber
peneguh iman yang paling utama bagi
orang-orang yang beriman, sebagaimana firman
Allah:
قُلْ نَزَّلَهُ رُوحُ الْقُدُسِ مِنْ رَبِّكَ بِالْحَقِّ لِيُثَبِّتَ الَّذِينَ آَمَنُوا وَهُدًى وَبُشْرَى لِلْمُسْلِمِينَ
“Katakanlah: ‘Ruhul Qudus (Jibril) menurunkan Al Quran itu dari Robb-mu dengan benar, untuk meneguhkan (hati) orang-orang yang beriman, dan menjadi petunjuk serta kabargembira bagi orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)” (QS. An Nahl: 102)3. Berkumpul dan bergaul bersama
orang-orang yang boleh membantu meneguhkan iman.
Allah menyatakan dalam
Al Quran
bahwa salah satu di antara sebab utama yang membantu
menguatkan iman para sahabat Rasulullah
saw adalah
keberadaan Rasulullah
saw di
tengah-tengah mereka. Allah berfirman:
وَكَيْفَ تَكْفُرُونَ وَأَنْتُمْ تُتْلَى عَلَيْكُمْ آَيَاتُ اللَّهِ وَفِيكُمْ رَسُولُهُ وَمَنْ يَعْتَصِمْ بِاللَّهِ فَقَدْ هُدِيَ إِلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ
“Bagaimana mungkin (tidak mungkin) kalian menjadi kafir, sedangkan ayat-ayat Allah dibacakan kepada kalian, dan Rasul-Nya pun berada di tengah-tengah kalian? Dan barang siapa yang berpegang teguh kepada (agama) Allah maka sesungguhnya dia telah diberi petunjuk kepada jalan yang lurus” (QS. Ali ‘Imran: 101)4. Berdoa kepada Allah. Di dalam
Al-Quran Allah
swt memuji
orang-orang yang beriman
yang selalu berdoa
kepada-Nya untuk meminta keteguhan iman ketika menghadapi ujian.
Firman Allah:
وَكَأَيِّنْ مِنْ نَبِيٍّ قَاتَلَ مَعَهُ رِبِّيُّونَ كَثِيرٌ فَمَا وَهَنُوا لِمَا أَصَابَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَمَا ضَعُفُوا وَمَا اسْتَكَانُوا وَاللَّهُ يُحِبُّ الصَّابِرِينَ
وَمَا كَانَ قَوْلَهُمْ إِلَّا أَنْ قَالُوا رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَإِسْرَافَنَا فِي أَمْرِنَا وَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا وَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ
فَآَتَاهُمُ اللَّهُ ثَوَابَ الدُّنْيَا وَحُسْنَ ثَوَابِ الْآَخِرَةِ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ
“Dan berapa banyaknya nabi yang berperang
bersama-sama mereka sejumlah besar dari
pengikut(
nya) yang
bertakwa. Mereka tidak menjadi lemah
karena bencana yang menimpa
mereka di jalan Allah, dan tidak lesu dan tidak (pula) menyerah (kepada musuh). Allah
menyukai
orang-orang sabar. Tidak ada
do’a mereka selain ucapan: ‘Ya Tuhan kami,
ampunilah dosa-dosa kami dan
tindakan-tindakan kami yang
berlebih-lebihan dalam
urusan kami dan
teguhkanlah pendirian kami, dan
tolonglah kami terhadap kaum yang
kafir’.
Karena itu Allah memberikan kepada mereka pahala di dunia dan pahala yang
baik di akhirat. Dan Allah menyukai
orang-orang yang berbuat kebaikan” (
Ali ‘Imran:
146-148)
5. Membaca
kisah-kisah para Nabi dan Rasul
saw serta
orang-orang shalih yang
terdahulu untuk mengambil contoh teladan. Dalam
Al Quran banyak diceritakan
kisah-kisahpara Nabi, rasul, dan
orang-orang yang beriman yang terdahulu, yang Allah jadikan
untuk meneguhkan hati Rasulullah
saw dengan mengambil teladan dari
kisah-kisahtersebut ketika menghadapi permusuhan
orang-orang kafir. Allah berfirman:
وَكُلًّا نَقُصُّ عَلَيْكَ مِنْ أَنْبَاءِ الرُّسُلِ مَا نُثَبِّتُ بِهِ فُؤَادَكَ وَجَاءَكَ فِي هَذِهِ الْحَقُّ وَمَوْعِظَةٌ وَذِكْرَى لِلْمُؤْمِنِينَ
“Dan semua kisah dari rasul-rasul Kami ceritakan kepadamu, ialah kisah-kisah yang dengannya Kami teguhkan hatimu; dan dalam surat ini telah datang kepadamu kebenaran serta pengajaran dan peringatan bagi orang-orang yang beriman.” (Hud:120)Insya'Allah sama- sama kita banyak berdoa moga- moga Allah
takdirkan kita di kalangan
orang yang
beristiqamah.. Apa yang
ana beri ini adalah teori, yang penting kena
amalkan insya'Allah..
"Terima kasih ustaz,
perbincangan hari ini sungguh
bermunafaat, moga- moga Allah
takdirkan kita di kalangan orang yang
istiqamah".. Sahut
Azim.. "Amin".. Semua ahli
Usrah mengaminkan doa
Azim.. Jadi kita tutup
usrah kita hari ini dengan
kaffaratulmajlis dan surah
Al -
ashr..
Payahnya nak
istiqamah..
Razif berfikir sejenak.......